Profil
Diposting tanggal: 31 Mei 2010

KEADAAN UMUM KAWASAN

 Sejarah Kawasan

Kawasan  Taman Nasional Teluk Cenderawasih pada awalnya ditetapkan sebagai  Cagar Alam Laut  melalui  SK. Menteri Kehutanan Nomor : 58/Kpts-II/1990 tanggal 3 Februari 1990.

Melalui pernyataan Menteri Kehutanan pada acara Pekan Konservasi Alam Nasional di Mataram, Nusa Tenggara Barat yang tertuang pada Surat Pernyataan Nomor 448/Menhut-VI/1990  tanggal  6  Maret  1990, kawasan  Cagar Alam Laut  ini dinyatakan sebagai Taman Nasonal Laut Teluk Cenderawasih dengan luas  sebesar 1.453.500  Ha

Kemudian ditunjuk sebagai Taman Nasional Teluk Cenderawasih berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dengan Nomor :  472/Kpts-II/1993 tanggal 2 September 1993. Dan baru ditetapkan sebagai Taman Nasional Teluk Cenderawasih berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor :  8009/Kpts-II/2002 tanggal 29 Agustus 2002.

 

Letak dan Luas

Luas kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih 1.453.500 Ha, dibagi atas luas daratan 68.200 Ha, meliputi pesisir pantai 12.400 Ha dan daratan pulau-pulau 55.800 Ha, kemudian perairan / laut seluas 1.385.300 meliputi terumbu karang 80.000 Ha dan laut 1.305.300 Ha, dengan panjang garis pantai ± 500 Km.

Secara astronomis terletak antara 01°43’ Lintang Selatan – 03°22’ Lintang Selatan dan  134°06’ Bujur Timur – 135°10 Bujur Timur, terletak di tepi Samudera Pasifik dan merupakan daerah pertemuan antara lempeng Australia dan lempeng Samudera Pasifik. Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih berada dalam 2 wilayah. Provinsi (Papua Barat dan Papua) dan 2 wilayah Kabupaten (Teluk Wondama dan Nabire).

 letak kawasan

Batas Kawasan

Sebelah Utara, terbentang dari distrik ransiki kearah timur perairan Laut Kabupaten Yapen Waropen.       

Sebelah Selatan dan Barat berbatasan langsung dengan pesisir pantai daratan pulau papua.

Sebelah Timur, terbentang dari  arah  Selatan  desa  Sima Kecamatan Yaur Kabupaten Nabire kearah utara.

Iklim

Kawasan TNTC beriklim tropis lembab. Berdasarkan klasifikasi  iklim Schmidt  dan Fergusson, kawasan TNTC termasuk dalam  iklim tipe A dengan nilai Q = 12,47 %.  Rata-rata curah hujan per tahun berkisar antara 1500 mm – 3500 mm dengan temperatur  udara 25° – 30° C dan kelembaban udara rata-rata berkisar antara  75 – 90 %.

Topografi

Pada umumnya topografi TNTC bervariasi dari yang landai sampai terjal dengan kelerengan 90°. Daerah pantai pulau induk dalam TNTC umumnya berbukit-bukit dan bergunung-gunung yang bersisi  curam dan sepanjang sisi barat sederatan puncak yang tinggi hingga mencapai 925 meter dpl serta pada beberapa tempat mencapai ketinggian 1000 meter dpl (Tanjung Kwatisore dan Tanjung Wandamen), 467 meter dpl (Pulau Mioswar), 173 meter dpl (Pulau Rumberpoon) dan 380 meter dpl (Pulau Roon).

Geologi dan Tanah

Kepulauan Auri dalam kawasan TNTC diduga merupakan   garis pertemuan antara lempeng Pasifik dan lempeng Australia. Pulau Maransabadi dan pulau  Anggromeos di Kepulauan Auri terbentuk dari bongkahan batu pasir dan batuan lumpur metamorfosa kwartose. Butir-butir di bagian tengah pulau Mioswaar terbentuk dari batu tulis hitam dan kwarsit dari zaman Jurassik. Pulau  Rumberpon  yang  terdiri dari  bukit – bukit karang tinggi yang terbentuk dari batuan kapur endapan/kalkarius  dari  Zaman  Silurian,  dan diapit  oleh batuan Quaternary pada bagian Timur. Sedangkan Tanjung Wandamen dan Pulau Roon terbentuk dari batuan metamorfosa anomali berkadar amfibolit. Secara umum kawasan TNTC terbentuk atas kelompok tanah Latasol, Latsik, Aluvial dan tanah beragam.