Kamis, 31 Maret 2016 - 09:49:20 WIB
PEMANTAUAN PERGERAKAN HIU PAUS MENGGUNAKAN TAG SATELIT FINMOUNT
Diposting oleh : TNTC
Kategori: Flora dan Fauna - Dibaca: 127241 kali

Sejak kemunculannya di Taman Nasional Teluk Cenderawasih, hiu paus (Rhincodon typus) telah menjadi daya tarik wisata. Ribuan turis setiap tahunnya mengunjungi teluk cenderawasih untuk melihat dan berenang dengan hiu terbesar ini. Namun belum banyak yang dapat diketahui dari hiu paus ini. Hingga saat ini belum ada yang mengetahui di mana lokasi perkembangbiakkan ikan ini, masa kawinnya dan induk betinanya sangat jarang ditemukan. Ikan hiu ini memang begitu menarik diteliti untuk mengetahui fakta-fakta yang belum terungkap. Sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk meneliti ikan ini baik dari peneliti asing mapun lokal. Pihak Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) selalu membuka ruang untuk bekerjasama dengan para peneliti sehingga lebih banyak informasi tentang hewan pemakan plankton dan puri ini dapat diketahui. Beberapa fakta-fakta menarik yang telah diketahui tentang hiu paus adalah:
1. Hiu paus walaupun ikan terbesar di dunia reproduksinya sangat lambat
2. Tingkat migrasi yang tinggi
3. Perenang jarak jauh, bias mencapai ribuan kilometer
4. Memiliki residensi yang tinggi
5. Sifatnya sangat jinak
6. Hiu paus hanya memiliki gigi dengan berukuran yang sangat kecil
7. Memakan mangsanya dengan metode hisapan menggunakan insang
8. Posisi makan secara vertical
Kemunculan hiu paus bukan hanya di teluk cenderawasih saja, terdapat juga di perairan Kaimana. Sama halnya di teluk cenderawasih, hiu paus di perairan Kaimana pun berinterkasi dengan bagan nelayan untuk mencari makan. Abaraham Sianipar (Conservation Indonesia) yang melakukan penelitian mengenai pergerakan hiu paus di teluk cenderawasih dan perairan Kaimana ingin mengetahui adanya potensi hubungan antara populasi hiu paus dikedua tempat tersebut.

lokasi

Metodologi pengambilan data untuk mencari hubungan dari hiu paus pada kedua tempat tersebut, diantaranya dengan pemasangan tag satelit (satellite tagging), pengambilan sampel genetik, dan Identifikasi foto (Photo ID). Pemasangan tag ini sudah sangat dikenal oleh peneliti-peneliti hiu di dunia, dimana tag satelit telah banyak digunakan pada hiu-hiu besar (hiu putih, hiu macan, hiu banteng) dan mamalia laut (lumba-lumba). Sejak februari 2015 tag satelit telah terpasang 10 unit yang dipasangkan di sirip ikan hiu paus untuk memantau pergerakannya, 9 diantaranya masih mengirim data ke satelit hingga saat ini.

finmount

Untuk pengambilan Sampel jaringan, telah diambil dari 6 ekor hiu paus, dan sampel pada saat ini sedang berada di IBRC (Indonesian Biodiversity Research Center) di Bali untuk dianalisis keterkaitan genetiknya dengan populasi hiu paus yang ada di Kaimana.
Berikut data-data terkini yang dapat dihimpun dari hasil penelitian Conservation Indonesia pada hiu paus di Taman Nasional Teluk Cenderawasih:
1. Pada bulan Desember 2015 teramati 5 ekor hiu paus, berenang mengarah keluar dari Teluk Cenderawasih; 1 diantaranya keluar dan kembali ke perairan Kwatisore; 1 keluar hingga ke PNG.
2. Salah satu hiu paus (153665) menyelam hingga kedalaman 1.416 m.
3. Hingga bulan Desember 2015, tidak teramati pergerakan diluar perairan Kwatisore, menunjukkan ketahanan pemasangan tag finmount dapat membantu dalam memahami lebih jauh perilaku hiu paus Teluk Cenderawasih. (ro/hasil persentase CI)

Lokasi terakhir keberadaan hiu paus yang dipasangi tagging

Lokasi jelajah hiu paus




0 Komentar :