Kamis, 31 Maret 2016 - 09:17:14 WIB
MENEKAN SAMPAH MELALUI PLASTIK BERBAYAR
Diposting oleh : TNTC
Kategori: Hot News - Dibaca: 26312 kali

Tingginya penggunaan plastik oleh masyarakat membuat pemerintah merancang sebuah aturan untuk penggunaan plastik belanjaan. Pada Hari Peduli Sampah Nasional tanggal 21 Februari 2016 menjadi momentum pemerintah dalam memberlakukan kantong plastik berbayar melalui surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 tentang harga dan mekanisme penerapan kantong plastik berbayar. Penerapan kantong plastik berbayar bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik belanjaan oleh masyarakat, karena kantong plastik menjadi salah satu penyebab bertambah banyaknya sampah di perkotaan. Persoalan sampah di perkotaan memang tak pernah habis untuk dibahas. Bertambahnya populasi penduduk membuat komsumsi masyarakat semakin tinggi yang tentunya menghasilkan sisa komsumsi sedangkan disisi lainnya lahan untuk menampung limbah dari masyarakat semakin berkurang, yang terjadi sekarang banyak bencana alam disebabkan oleh sampah organik, salah satunya kantong plastik.

Data yang dikeluarkan oleh YLKI menyebutkan hasil komsumsi bungkusan plastik masyarakat di Indonesia mencapai 9,8 milliar bungkus per tahun. Plastik memang tidak dapat terurai dalam waktu singkat, setiap tahunnya pasti akan mengalami peningkatan tumpukan sampah. Di tanah plastik membutuhkan ribuan tahun baru dapat terurai, plastik tersebut mengandung zat kimia menyebabkan polusi tanah sedangkan di laut plastik sama sekali tidak dapat terurai.. Dalam penelitian yang diterbitkan di www.sciencemag.org pada Februari tahun lalu, menyebutkan Indonesia lagi-lagi berada pada peringkat kedua di dunia penyumbang sampah plastik ke laut setelah China.

Penekanan pengggunaan plastik belanjaan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat akan kantong plastik. Namun regulasi penggunaan kantong plastik tidak serta merta mendapat dukungan dari semua pihak, walikota Jambi mengatakan hal ini tidaklah tepat karena akan menguntungkan pihak swasta. Dalam surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, harga untuk kantong plastik berbayar sebesar Rp. 200. Dengan harga seperti itu tentunya ada keuntungan yang dapat diambil oleh pebisnis karena konsumen akan rela mengeluarkan uang tambahan untuk membungkus belanjaannya apalagi dalam jumlah belanjaan yang banyak. Berbeda lagi dengan pemerintah provinsi Jakarta yang menaikkan harga kantong plastik berbayar menjadi Rp. 5000 yang dituangkan melalui Pergub, dengan harapan yang sama masyarakat pikir-pikir dalam menggunakan plastik belanjaan.

Indonesia memang dalam keadaan darurat akan sampah, bukan hanya di perkotaan saja yang menjadi terancaman oleh sampah, kawasan pelestarian alam pun dipenuhi sampah dari aktivitas masyarakat, salah satunya adalah Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Seringnya masyarakat membuang sampah ke laut menjadi hal yang tidak tidak biasa bagi orang yang tahu bahwa sampah tidak akan terurai oleh air laut, sampah hanya berpindah tempat dari pesisir pantai satu ke pantai yang lain, dari pulau satu ke pulau yang lain yang mengakibatkan setiap pulau atau pesisir pantai yang tidak ada masyarakat mendiaminya menjadi penuh oleh tumpukan sampah.

Permasalahan sampah memang tidak bisa dipandang sebelah mata, oleh karena itu apapun yang dilakukan oleh pemerintah dalam menekan jumlah sampah dapat dilaksanakan dengan baik. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya telah mengaskan akan membuat agenda setiap tahunnya untuk mengurangi penumpukan sampah agar tujuan Indonesia bebas sampah 2020 dapat terwujud. (ro/berbagai sumber)




0 Komentar :