Sabtu, 10 April 2010 - 22:32:19 WIB
RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI
Diposting oleh : TNTC
Kategori: Hot News - Dibaca: 180079 kali

Sudah 25 tahun Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya menjadi payung hukum dalam pelaksanaan konservasi di Indonesia. Seiring dengan perubahan yang ada saat ini kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menganggap perlu melakukan revisi terhadap undang-undang tersebut. Berubahnya sistem pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi telah merubah sebagian besar tatanan pelaksanaan pembangunan termasuk yang berkaitan dengan sumber daya alam. Kekayaan sumber daya alam di negara ini memang sangat melimpah yang tentunya dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat, tetapi sumber daya alam tersebut bersifat irreversible yang apabila dimanfaatkan secara terus menerus akan mengancam keberadaan sumber daya alam tersebut sampai pada akhirnya tidak bisa dimanfaatkan lagi alias musnah. Untuk menjamin keberadaan sumber daya alam agar tetap dapat dimanfaatkan seterusnya diperlukan tindakan konservasi sehingga terjadi keseimbangan antara pemanfaatan dengan kelestarian sumber daya alam.

Pengaturan konservasi keanekaragaman hayati kedepannya diharapkan mampu mencegah kerusakan atau kepunahan serta menjamin kelestarian fungsi dan manfaat keanekaragaman hayati, meningkatnya luasan kawasan konservasi dan terjaganya satwa liar, meningkatnya koordinasi lintas sektor, mengatur kegiatan konservasi sebagai penyangga kehidupan, meningkatkan peluang lapangan kerja, mewujudkan tata kelola pemerintahan dibidang konservasi yang baik, meningkatnya keadilan dalam penegakan hukum, dan mengisi kekosongan hukum dalam pengaturan konservasi genetik, kesejahteraan satwa, perlindungan wilayah konservasi. (ro/kemenLHK)

Berikut DRAF PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA




0 Komentar :